DISDIK SPN Sigap Ke SDN Yang Terdampak Banjir

SHARE

Foto kunjungan Kabid Dikdas saat melihat kondisi sekolah yang terdampak banjir di Kecamatan Hamparan Rawang dan Kecamatan Koto Baru Kota Sungai Penuh. foto diambil pada tanggal 10/11/2022 (Dok Pribadi Solin)

Sungai Penuh – Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh Kunjungi  Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang terdampak banjir di Kecamatan Hamparan Rawang dan Kecamatan Koto Baru Kota Sungai Penuh. 10/11/2022

Kunjungan itu bertujuan untuk melihat kondisi sekolah yang terdampak banjir serta pengecekkan titik debit air yang memasuki lingkungan sekolah tersebut. Sebanyak 2 orang teknisi konsultan diikutserakan oleh Disdik Kota Sungai Penuh.

Ada sebanyak 6 titik sekolah yang  terdampak banjir yaitu SDN 036 Paling Serumpun, SDN 32 Simpang Tiga Rawang, SDN 27 Kampung Dilir dan tiga diantaranya di Kecamatan Koto Baru.

Kabid Dikdas, Dr.Roli Darsa mengatakan, Disdik Kota Sungai Penuh akan berupaya terkait persoalan Sekolah dalam lingkup Kota Sungai Penuh yang terdampak banjir.

“Peninjauan yang kami lakukan di SDN guna memastikan debit dan saluran air yang memasuki ruang sekolah minimal menimalisir, namun hal demikian sangat memerlukan kerja sama yang baik dari masyarakat, baik dari Dinas PUPR atau SKPD terkait lainya , Tujuanya ialah untuk mengatasi secara efektif atau menimalisir agar Sekolah tersebut  dapat terhindar dari banjir. Upaya kami kedepanya Insya allah dari Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh nantinya sesuai dengan intruksi Kepala Dinas semaksimal mungkin akan merealisasikan pekerjaan kontruksi yang berguna untuk mencegah agar sekolah kedepanya tidak terjadi banjir. Terkait dengan banjir ini kegiatan belajar setiap murid diadakan dirumah untuk sementara waktu’’.Ujarnya

Dalam upaya Dinas Pendidikan menimalisir banjir tersebut, Konsultan Alex menjelaskan bahwa titik saluran yang memasuki ruang sekolah merupakan luapan sungai dan resapan air dari persawahan sehingga halaman dan lokal sekolah menjadi banjir.

“hal ini merupakan resapan air sungai dan  persawahan yang memasuki halaman dan lokal sekolah, sehingga menjadi genangan air. untuk halamanya perlu dilakukan penutupan dengan cara menambah ketinggian lapangan lebih kurang setengah meter termasuk ketinggian kelas. Hal ini perlu diadakan pekerjaan lapangan atau kontruksi guna menutupi titik saluran air yang memasuki pekerangan dan lokal sekolah sehingga genangan air menjadi terhindar dan teratasi’’. Jelasnya

Tokoh masyarakat Bass mengungkapkan, banjir di Kecamatan Hamparan Rawang sering terjadi. Ketinggian banjir tersebut mencapai lebih dan kurang sekitar satu meter.

“Dari dulu disini sering banjir, bahkan ketinggian airnya mencapai satu meter. Dasar air tersebut merupakan akibat hujan deras dan luapan,resapan air sungai batang merao dan persawahan. Tidak hanya sekolah, rumah pendudukpun terkena dampaknya. Harapan kami kedepanya semoga di kecamatan hamparan rawang ini banjir bisa teratasi dengan berkat kerja sama yang baik’’.pungkasnya